SUARESAMBAS.COM – Sejumlah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS) mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. PKDP merupakan program nasional Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian dosen pemula pada Perguruan Tinggi Keagamaan. Pada tahun 2026, Kementerian Agama menunjuk 20 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) PKDP di berbagai wilayah Indonesia. UIN Walisongo Semarang menjadi salah satu PTP yang dipercaya menyelenggarakan program tersebut dan telah berpengalaman melaksanakan PKDP secara berkelanjutan selama lima tahun terakhir. Kegiatan PKDP di UIN Walisongo Semarang berlangsung pada 8–23 Juni 2026 dengan metode pembelajaran hybrid yang mengombinasikan kegiatan daring dan luring.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISSAS yang mengikuti program ini antara lain Nia Ekaliana, S.P., M.MA., Khairul Katsirin, S.H., M.Tr.E., Erik Darmansyah, S.P., M.MA., dan Zulkan, S.E., M.Ak. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait pengembangan pembelajaran di perguruan tinggi, penyusunan perangkat pembelajaran, etika profesi dosen, metode evaluasi pembelajaran, serta penguatan kompetensi akademik dan penelitian. Kehadiran dosen UNISSAS dalam program tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mutu pendidikan tinggi.

Nia Ekaliana, S.P., M.MA. menyampaikan bahwa PKDP memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi dosen pemula dalam memahami peran dan tanggung jawab akademik secara lebih komprehensif. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan dosen dalam melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan berorientasi pada mahasiswa. Ia juga memperoleh banyak wawasan mengenai penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang sesuai dengan standar pendidikan tinggi. Selain itu, kegiatan ini membuka ruang diskusi dan berbagi pengalaman dengan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Nia menilai bahwa metode hybrid yang diterapkan mampu mendukung efektivitas pembelajaran dan interaksi peserta. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama PKDP dapat diterapkan dalam kegiatan akademik di UNISSAS. Menurutnya, peningkatan kompetensi dosen akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan lulusan yang dihasilkan.

Khairul Katsirin, S.H., M.Tr.E. mengungkapkan bahwa PKDP menjadi sarana penting untuk memperkuat kompetensi profesional dan pedagogik dosen pemula. Ia merasa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai strategi pembelajaran yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui program ini, ia juga belajar tentang pentingnya integrasi nilai-nilai akademik, etika profesi, dan budaya mutu dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Khairul menilai para narasumber yang dihadirkan memiliki kompetensi dan pengalaman yang sangat baik sehingga materi dapat dipahami dengan mudah. Interaksi dengan peserta dari berbagai daerah juga memberikan perspektif baru mengenai praktik pembelajaran di perguruan tinggi. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan pelayanan akademik kepada mahasiswa. Menurutnya, kegiatan PKDP merupakan investasi penting dalam pengembangan kapasitas dosen secara berkelanjutan.

Erik Darmansyah, S.P., M.MA. menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam PKDP memberikan banyak manfaat dalam meningkatkan kemampuan mengelola pembelajaran di kelas. Ia memperoleh pemahaman baru mengenai pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa serta pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses pendidikan. Selain itu, berbagai sesi pelatihan dan diskusi membantu peserta memahami standar kompetensi yang harus dimiliki seorang dosen profesional. Erik juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang berjalan dengan baik dan terstruktur. Menurutnya, kombinasi pembelajaran daring dan luring memungkinkan peserta tetap aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara optimal. Ia berharap program seperti ini terus dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kualitas dosen di lingkungan perguruan tinggi keagamaan. Erik menegaskan bahwa hasil yang diperoleh dari PKDP akan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi bagi kemajuan UNISSAS.

Zulkan, S.E., M.Ak. menyatakan bahwa PKDP merupakan program yang sangat strategis dalam membentuk dosen yang profesional, kompeten, dan berintegritas. Ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru terkait perencanaan pembelajaran, teknik evaluasi, serta pengembangan kompetensi akademik yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan untuk memperluas jejaring akademik dengan dosen dari berbagai institusi pendidikan tinggi. Menurutnya, diskusi yang berlangsung selama pelatihan memberikan banyak inspirasi dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Zulkan menilai bahwa pengalaman belajar bersama para fasilitator dan peserta lain menjadi nilai tambah yang sangat berharga. Ia berharap seluruh materi yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kegiatan perkuliahan dan pengembangan program studi di UNISSAS. Dengan demikian, kualitas pembelajaran dan layanan akademik kepada mahasiswa dapat terus meningkat sejalan dengan tuntutan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Keikutsertaan para dosen UNISSAS dalam PKDP Tahun 2026 di UIN Walisongo Semarang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan, penguatan kompetensi dosen, serta pengembangan budaya akademik yang unggul di lingkungan UNISSAS. Program ini juga menjadi wujud komitmen UNISSAS dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Sumber: FEB UNISSAS









