Wapresma Poltesa Neni Soroti Meningkatnya Kasus Kekerasan Anak di Kabupaten Sambas

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Mahasiswa Poltesa, Neni menilai kekerasan terhadap anak bukan persoalan individual semata, melainkan kegagalan kolektif. Ketika kasus demi kasus terus bermunculan, negara, masyarakat, dan keluarga harus berani bercermin dan mengakui bahwa ruang aman bagi anak masih sebatas jargon.

Wakil Presiden Mahasiswa Poltesa, Neni menilai kekerasan terhadap anak bukan persoalan individual semata, melainkan kegagalan kolektif. Ketika kasus demi kasus terus bermunculan, negara, masyarakat, dan keluarga harus berani bercermin dan mengakui bahwa ruang aman bagi anak masih sebatas jargon.


SUARESAMBAS.COM – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sambas bukan lagi sekadar kabar duka, melainkan sebuah alarm darurat bagi seluruh elemen daerah. Fenomena ini menandakan bahwa sistem perlindungan anak yang ada belum berjalan sebagaimana mestinya, sementara anak-anak justru dibiarkan tumbuh dalam situasi yang tidak aman. 24/01/2026.

Wakil Presiden Mahasiswa Poltesa, Neni menilai kekerasan terhadap anak bukan persoalan individual semata, melainkan kegagalan kolektif. Ketika kasus demi kasus terus bermunculan, negara, masyarakat, dan keluarga harus berani bercermin dan mengakui bahwa ruang aman bagi anak masih sebatas jargon.

“Anak adalah kelompok paling rentan. Ketika mereka menjadi korban kekerasan, yang gagal bukan hanya pelaku, tetapi juga sistem yang seharusnya melindungi,” ujarnya.

Baca Juga :  HWCI Kabupaten Sambas Bersama BEM Poltesa dan HMI Cabang Sambas Gelar Aksi Galang Dana untuk Ibu Sri Devi

Menurutnya, faktor ekonomi, rendahnya literasi pengasuhan, serta lemahnya pengawasan dan penegakan hukum sering kali dijadikan alasan, namun tidak pernah diselesaikan secara serius. Pemerintah daerah dinilai masih lebih reaktif ketimbang preventif, sementara upaya pencegahan dan edukasi belum menyentuh akar persoalan.

Neni mendesak Pemerintah Kabupaten Sambas untuk tidak lagi bersikap normatif. Penguatan lembaga perlindungan anak harus disertai anggaran yang memadai, mekanisme pengaduan yang benar-benar ramah anak, serta jaminan penanganan kasus yang cepat, transparan, dan berpihak pada korban.

Lebih jauh, lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum diminta mengambil peran aktif, bukan sekadar hadir setelah kekerasan terjadi. Edukasi pengasuhan tanpa kekerasan, pengawasan lingkungan, serta keberanian menindak tegas pelaku harus menjadi prioritas bersama.

Baca Juga :  Dugaan Kejahatan Seksual terhadap Anak di Paloh, HWCI Sambas Desak Aparat Bertindak Cepat.

“Jika hari ini anak-anak Sambas tumbuh dalam ketakutan, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan daerah ini. Kekerasan terhadap anak adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak boleh ditoleransi,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari elemen mahasiswa, Neni menyatakan komitmennya untuk terus mengawal isu perlindungan anak melalui advokasi, kontrol sosial, dan kampanye kesadaran publik.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lagi memilih diam, karena diam adalah bentuk pembiaran terhadap kekerasan itu sendiri”, tegasnya.

Penulis : Mardiansyah

Editor : Mardiansyah

Follow WhatsApp Channel suaresambas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari PSI ke PDI Perjuangan: Matheus Mantapkan Langkah Politik Bersama PDI Perjuangan Kabupaten Sambas.
Pemuda Desa Lorong Raih Juara I Nasional, Terima Penghargaan dari Gubernur Kalimantan Barat.
GP Ansor Kabupaten Sambas Siap Gelar Konfercab Ke-II di Hotel Pantura Jaya
Diversi Kasus Pengeroyokan Anak di Semparuk: Korban Memaafkan Pelaku, Orang Tua Tolak Perdamaian, Proses Hukum Tetap Berlanjut.
Dugaan Kejahatan Seksual terhadap Anak di Paloh, HWCI Sambas Desak Aparat Bertindak Cepat.
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:29 WIB

Dari PSI ke PDI Perjuangan: Matheus Mantapkan Langkah Politik Bersama PDI Perjuangan Kabupaten Sambas.

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:16 WIB

Pemuda Desa Lorong Raih Juara I Nasional, Terima Penghargaan dari Gubernur Kalimantan Barat.

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:16 WIB

GP Ansor Kabupaten Sambas Siap Gelar Konfercab Ke-II di Hotel Pantura Jaya

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:34 WIB

Wapresma Poltesa Neni Soroti Meningkatnya Kasus Kekerasan Anak di Kabupaten Sambas

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:18 WIB

Diversi Kasus Pengeroyokan Anak di Semparuk: Korban Memaafkan Pelaku, Orang Tua Tolak Perdamaian, Proses Hukum Tetap Berlanjut.

Berita Terbaru